Ketika kita merujuk pada Al-Quran, kesempurnaan manusia terletak pada pengetahuannya tentang ketuhanan (at-tauhid), kebangkitan (al-ma’âd), dan kenabian (al-wahyu). Hal ini menandakan bahwa kesempurnaan manusia bergantung pada kualitas pandangan dunia tauhidnya. Dalam kata lain, manusia yang memiliki pandangan dunia tauhid meyakini bahwa alam ini ada permulaannya yaitu Allah SWT, dan ada akhirnya yaitu ma’ad atau hari kebangkitan, dan kemudian antara awal dan akhir terdapat “shirâtul mustaqîm”yang merupakan tanda dari kenabian. Dengan demikian, para utusan Allah SWT adalah petunjuk dan penuntun menuju ketuhanan, karena shiratul mustaqim adalah rasul itu sendiri.
Eksistensi di alam ini berkaitan dengan ketiga hal di atas:“awal”yaitu Tauhid;“akhir”yaitu Ma’ad atau hari kebangkitan; dan“antara awal dan akhir”adalah kenabian. Ini merupakan tiga elemen utama dalam prinsip agama, dan segala sesuatunya akan kembali kepada ketiga prinsip tersebut.
Amirul Mukminin, Ali Bin Abi Thalib Kw menjelaskan,
“Semoga Allah SWT merahmati bagi mereka yang mengetahui dari mana asalnya (tauhid), sedang di mana dia (nubuwwah) dan akan ke mana dia (ma’ad).”
Tiga elemen utama dalam prinsip agama ini tidak memihak kepada gender. Artinya bahwa Rasulullah tidak mengkhususkan pada laki-laki dan juga pada perempuan. Dalam surah Yusuf ayat 108; Allah SWT berfirman: “Katakanlah, inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak kamu kepada Allah SWT dengan Hujjah yang nyata.”
Ajakan Rasulullah SAW meliputi semesta. Adakalanya kita menemukan ajakan tertentu yang dikhususkan kepada perempuan dan ajakan tertentu yang dikhususkan kepada laki-laki, namun harus dipahami bahwa pengkhususan tersebut tidak kembali kepada ruh manusia sebagai inti utama dari eksistensi manusia.
*Hakikat Manusia Bukan Laki-laki dan Perempuan
Hakikat manusia dalam pandangan Islam terletak pada ruh, bukan pada jasad. Jasad dipahami hanya sebagai instrumen semata. Hubungan antara ruh dan jasad bukan seperti hubungan antara sangkar dan burung seperti yang dijelaskan dalam filsafat paripatetik, namun hubungannya seperti kaitan antara substansi (jauhar)dan aksiden (al-‘iradh). Bahwa segala perilaku manusia berasal dari jiwa. Pada hakikatnya, yang melihat, mendengar, dan merasakan adalah jiwa. Namun inti dari jiwa adalah ruh sebagai hakikat yang abadi yang secara langsung berasal dari Allah SWT. Dalam surah Al-Hijr : 29, Allah SWT berfirman: “….dan telah meniupkan kedalam ruh Ku.”
Al-Quran menyebut malaikat sebagai ruh. Hal menarik untuk disimak bahwa malaikat bukan menunjukkan laki-laki atau perempuan. Itulah sebabnya mengapa Al-Quran menentang orang-orang yang meyakini bahwa malaikat diciptakan dalam bentuk perempuan. Dalam surah Shaffat ayat 150, Allah SWT berfirman: “Dan apakah kami menciptakan malaikat berupa perempuan dan apakah mereka menyaksikannya?” dan juga dalam surah Zukhruf ayat 19, Allah SWT berfirman: “Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaikat-malaikat itu? Kelak akan ditulis persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggung jawaban.”
Manusia dan malaikat memiliki dimensi yang sama yaitu ruh. Oleh karena itu, apa yang dicapai oleh malaikat pasti bisa dicapai oleh manusia sempurna. Bahkan pada maqam insaniah malaikat bersujud atasnya. Ibn Arabi mewasiatkan kepada kita untuk tidak melihat diri kita hanya sebagai bagian kecil di antara mahluk yang ada, akan tetapi menurut beliau eksistensi manusia berada pada seluruh tingkatan alam eksistensi.
Jika demikian, maka seluruh kesempurnaan manusia harus dikaitkan dengan hakikat manusia yaitu pada ruh manusia, bukan pada jasadnya. Allah SWT tidak pernah membedakan antara laki-laki dan perempuan, dan bahkan dalam inti manusia tidak ada laki-laki dan perempuan. Allah SWT mengajak manusia untuk menuntut ilmu baik itu laki-laki maupun perempuan, karena ilmu berkaitan dengan ruh manusia, begitu juga dengan beribadah, suluk (berjalan menuju Allah SWT) atau hal-hal lain yang berkaitan dengan ruh manusia. Jika demikian, lalu bagaimana seharusnya memaknai perbedaan laki-laki dan perempuan?
Perbedaan laki-laki dan perempuan berasal dari jasad semata. Hukum yang ada dalam Islam pun-jika dicermati sepintas, seakan terdapat perbedaan yang substansial. Namun perbedaan tersebut kembali kepada jasad atau kembali kepada maslahat sosial, bukan kembali kepada ruh sebagai inti hakikat manusia.
Allah SWT berfirman:
“Berlomba-lombalah kalian menuju Allah SWT.”
Sebuah perlombaan bisa terlaksana secara adil jika seluruh pesertanya memiliki potensi yang sama untuk sampai pada tujuan yang dimaksud. Jika secara substansi memang berbeda, maka perlombaan tersebut tidak adil untuk dilaksanakan. Namun dalam Al-Quran dijelaskan bahwa dalam diri manusia tidak ada sama sekali perbedaan, tidak ada laki-laki dan perempuan, dan arena itu keduanya bisa sampai kepada Allah SWT.
“Maa 'indakum yanfadu wamaa 'inda allaahi baaqin - Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Alloh adalah kekal.” {QS. An Nahl, 16:96}
Rabu, 05 Februari 2014
Lima Khasiat Bismillah.
Ali bin Abi Thalib mengatakan bahwa kalimat Bismillah ar- Rahman ar-Rahim memiliki lima khasiat, yaitu :
1. Membuka perkara tertutup;
2. Mempermudah kesulitan;
3. Pelindung dari kejahatan;
4. Menyembuhkan penyakit hati; dan
5. Menyelamatkan dari petaka dan hari kebangkitan.
Rasulullah SAW bersabda :”Doa yang diawali dengan Bismillah ar-Rahman ar-Rahim tidak akan tertolak.”
1. Membuka perkara tertutup;
2. Mempermudah kesulitan;
3. Pelindung dari kejahatan;
4. Menyembuhkan penyakit hati; dan
5. Menyelamatkan dari petaka dan hari kebangkitan.
Rasulullah SAW bersabda :”Doa yang diawali dengan Bismillah ar-Rahman ar-Rahim tidak akan tertolak.”
Senin, 03 Februari 2014
Doa Khusus Az-Zahra & Kesabaran Asiah
* Doa Khusus Az-Zahra
Pada dasarnya, rahasia kemuliaan Sayyidah Zahra harus digali dalam kedudukan irfan dan ibadahnya. Meskipun usianya masih relatif muda, namun beliau berada dalam kedudukan irfan dan ibadah orang tua, dimana dirinya tak pernah merasa puas kecuali berjumpa dengan Alloh SWT. Karena inilah, dalam doa-doanya beliau berkata,
“Ya Alloh! Aku mohon pada-Mu lezatnya memandang wajah-Mu.”
* Kesabaran Asiah
Dalam sebagian sejarah disebutkan bahwa Firaun menghadirkan seorang tukang jagal untuk menguliti dan memenggal Asiah di depan matanya. Tukang jagal itu mulai melaksanakan perintah Firaun. Saat itu para penghuni alam semesta dirasuki rasa takut dan iba menyaksikan keadaan yang menimpa Asiah. Semua kontan memohon keselamatannya dari Alloh SWT. Terdengarlah suara dari Yang Mahasuci,
“Asiah adalah hamba-Ku dan sudah rindu ingin berjumpa dengan Tuannya. Lihatlah apa yang akan diucapkannya pada saat sekarat!”
Ketika semuanya melihat ke arahnya dan mendengar apa yang diucapkannya, beliau berkata:
“Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim.”
Pada dasarnya, rahasia kemuliaan Sayyidah Zahra harus digali dalam kedudukan irfan dan ibadahnya. Meskipun usianya masih relatif muda, namun beliau berada dalam kedudukan irfan dan ibadah orang tua, dimana dirinya tak pernah merasa puas kecuali berjumpa dengan Alloh SWT. Karena inilah, dalam doa-doanya beliau berkata,
“Ya Alloh! Aku mohon pada-Mu lezatnya memandang wajah-Mu.”
* Kesabaran Asiah
Dalam sebagian sejarah disebutkan bahwa Firaun menghadirkan seorang tukang jagal untuk menguliti dan memenggal Asiah di depan matanya. Tukang jagal itu mulai melaksanakan perintah Firaun. Saat itu para penghuni alam semesta dirasuki rasa takut dan iba menyaksikan keadaan yang menimpa Asiah. Semua kontan memohon keselamatannya dari Alloh SWT. Terdengarlah suara dari Yang Mahasuci,
“Asiah adalah hamba-Ku dan sudah rindu ingin berjumpa dengan Tuannya. Lihatlah apa yang akan diucapkannya pada saat sekarat!”
Ketika semuanya melihat ke arahnya dan mendengar apa yang diucapkannya, beliau berkata:
“Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim.”
Minggu, 02 Februari 2014
Hadits Motivasi Kerja
Alloh SWT berfirman:
“Wa quli’maluu fasayarallahu ‘amalakum wa rasuuluhu walmu’minuun - Dan katakanlah, Bekerjalah kamu, maka Alloh akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin!”
(QS. At Tawbah: 105)
1. Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fardhu (seperti shalat, puasa, dll). (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)
2. Sesungguhnya Ruhul Qudus (malaikat Jibril) membisikkan dalam benakku bahwa jiwa tidak akan wafat sebelum lengkap dan sempurna rezekinya. Karena itu hendaklah kamu bertakwa kepada Alloh dan memperbaiki mata pencaharianmu. Apabila datangnya rezeki itu terlambat janganlah kamu memburunya dengan jalan bermaksiat kepada Alloh karena apa yang ada di sisi Alloh hanya bisa diraih dengan ketaatan kepada-Nya. (HR. Abu Zar dan Al Hakim)
3. Sesungguhnya Alloh suka kepada hamba yang berkarya dan terampil (professional atau ahli). Barangsiapa bersusah-payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Alloh Azza wajalla. (HR. Ahmad)
4. Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya ketrampilan kedua tangannya pada siang hari maka pada malam itu ia diampuni oleh Alloh.
(HR. Ahmad)
5. Sesungguhnya di antara dosa-dosa ada yang tidak bisa dihapus (ditebus) dengan pahala shalat, sedekah atau haji namun hanya dapat ditebus dengan kesusah- payahan dalam mencari nafkah. (HR. Ath-Thabrani)
6. Sesungguhnya Alloh Ta’ala senang melihat hambaNya bersusah payah (lelah) dalam mencari rezeki yang halal. (HR. Ad-Dailami)
7. Seorang yang membawa tambang lalu pergi mencari dan mengumpulkan kayu bakar lantas dibawanya ke pasar untuk dijual dan uangnya digunakan untuk mencukupi kebutuhan dan nafkah dirinya maka itu lebih baik dari seorang yang meminta-minta kepada orang-orang yang terkadang diberi dan kadang ditolak. (Mutafaq’alaih)
8.Tiada makanan yang lebih baik daripada hasil usaha tangan sendiri. (HR. Bukhari)
9.Seusai shalat fajar (subuh) janganlah kamu tidur sehingga melalaikan kamu untuk mencari rezeki.
(HR. Ath-Thabrani)
10. Bangunlah pagi hari untuk mencari rezeki dan kebutuhan-kebutuhanmu. Sesungguhnya pada pagihari terdapat barokah dan keberuntungan.
(HR. Ath-Thabrani dan Al-Bazzar)
11. Ya Alloh, berkahilah umatku pada waktu pagi hari mereka (bangun fajar). (HR. Ahmad)
12. Apabila dibukakan bagi seseorang pintu rezeki maka hendaklah dia melestarikannya. (HR. Al-Baihaqi)
Seseorang mungkin buru-buru keluar di pagi hari dari rumahnya untuk bekerja mencari nafkah; menghidupi kedua orangtuanya yang sudah tidak mampu bekerja, atau menafkahi anak istrinya, atau membantu kerabatnya yang miskin atau bekerja agar tidak meminta-minta atau menjadi beban bagi orang lain. Maka baginya akan dicatat berjalan di atas jalan Alloh (fii sabiilillaah) dan akan mendulang pahala yang besar di sisi Alloh ketika dia niatkan hal tersebut sebagai ibadah.
“Barangsiapa yang berusaha/bekerja untuk menafkahi kedua orang tuanya, maka terhitung fii sabiilillah. Barangsiapa yang berusaha/bekerja untuk menafkahi keluarga yang menjadi tanggungannya, maka terhitung fii sabiilillah. Dan barangsiapa yang berusaha/bekerja untuk kehormatan dirinya sendirinya (agar tidak meminta-minta),maka terhitung fii sabiilillah. Akan tetapi siapa saja yang berusaha/bekerja untuk bermegah-megahan, maka terhitung fii sabiilisy-syaithaan (di jalan syaithan)”
[Diriwayatkan oleh Al-Baihaqiy dalam Al-Kubraa 9/23 dan dalam Syu’abul-iimaan no. 3875, Al-Bazzaar dalam Kasyful-Astaar no. 1867, Ath-Thabaraaniydalam Al-Ausath no. 4214, dan yang lainnya; dishahihkan syaikh Al-Albaaniy dalam Ash-Shahiihah no. 2232].
Dari hasil didikan Bapak & Ibunda yang luar biasa, lahirlah anak yang hebat! Berdikari bukan dengan mengemis dan minta belas kasihan dari orang lain tetapi dengan bekerja keras, membanting tulang. Karena sesungguhnya, KERJA ADALAH KEHORMATAN bagi setiap manusia!
*Night Shift III, CPP LAB KPC*
“Wa quli’maluu fasayarallahu ‘amalakum wa rasuuluhu walmu’minuun - Dan katakanlah, Bekerjalah kamu, maka Alloh akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin!”
(QS. At Tawbah: 105)
1. Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fardhu (seperti shalat, puasa, dll). (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)
2. Sesungguhnya Ruhul Qudus (malaikat Jibril) membisikkan dalam benakku bahwa jiwa tidak akan wafat sebelum lengkap dan sempurna rezekinya. Karena itu hendaklah kamu bertakwa kepada Alloh dan memperbaiki mata pencaharianmu. Apabila datangnya rezeki itu terlambat janganlah kamu memburunya dengan jalan bermaksiat kepada Alloh karena apa yang ada di sisi Alloh hanya bisa diraih dengan ketaatan kepada-Nya. (HR. Abu Zar dan Al Hakim)
3. Sesungguhnya Alloh suka kepada hamba yang berkarya dan terampil (professional atau ahli). Barangsiapa bersusah-payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Alloh Azza wajalla. (HR. Ahmad)
4. Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya ketrampilan kedua tangannya pada siang hari maka pada malam itu ia diampuni oleh Alloh.
(HR. Ahmad)
5. Sesungguhnya di antara dosa-dosa ada yang tidak bisa dihapus (ditebus) dengan pahala shalat, sedekah atau haji namun hanya dapat ditebus dengan kesusah- payahan dalam mencari nafkah. (HR. Ath-Thabrani)
6. Sesungguhnya Alloh Ta’ala senang melihat hambaNya bersusah payah (lelah) dalam mencari rezeki yang halal. (HR. Ad-Dailami)
7. Seorang yang membawa tambang lalu pergi mencari dan mengumpulkan kayu bakar lantas dibawanya ke pasar untuk dijual dan uangnya digunakan untuk mencukupi kebutuhan dan nafkah dirinya maka itu lebih baik dari seorang yang meminta-minta kepada orang-orang yang terkadang diberi dan kadang ditolak. (Mutafaq’alaih)
8.Tiada makanan yang lebih baik daripada hasil usaha tangan sendiri. (HR. Bukhari)
9.Seusai shalat fajar (subuh) janganlah kamu tidur sehingga melalaikan kamu untuk mencari rezeki.
(HR. Ath-Thabrani)
10. Bangunlah pagi hari untuk mencari rezeki dan kebutuhan-kebutuhanmu. Sesungguhnya pada pagihari terdapat barokah dan keberuntungan.
(HR. Ath-Thabrani dan Al-Bazzar)
11. Ya Alloh, berkahilah umatku pada waktu pagi hari mereka (bangun fajar). (HR. Ahmad)
12. Apabila dibukakan bagi seseorang pintu rezeki maka hendaklah dia melestarikannya. (HR. Al-Baihaqi)
Seseorang mungkin buru-buru keluar di pagi hari dari rumahnya untuk bekerja mencari nafkah; menghidupi kedua orangtuanya yang sudah tidak mampu bekerja, atau menafkahi anak istrinya, atau membantu kerabatnya yang miskin atau bekerja agar tidak meminta-minta atau menjadi beban bagi orang lain. Maka baginya akan dicatat berjalan di atas jalan Alloh (fii sabiilillaah) dan akan mendulang pahala yang besar di sisi Alloh ketika dia niatkan hal tersebut sebagai ibadah.
“Barangsiapa yang berusaha/bekerja untuk menafkahi kedua orang tuanya, maka terhitung fii sabiilillah. Barangsiapa yang berusaha/bekerja untuk menafkahi keluarga yang menjadi tanggungannya, maka terhitung fii sabiilillah. Dan barangsiapa yang berusaha/bekerja untuk kehormatan dirinya sendirinya (agar tidak meminta-minta),maka terhitung fii sabiilillah. Akan tetapi siapa saja yang berusaha/bekerja untuk bermegah-megahan, maka terhitung fii sabiilisy-syaithaan (di jalan syaithan)”
[Diriwayatkan oleh Al-Baihaqiy dalam Al-Kubraa 9/23 dan dalam Syu’abul-iimaan no. 3875, Al-Bazzaar dalam Kasyful-Astaar no. 1867, Ath-Thabaraaniydalam Al-Ausath no. 4214, dan yang lainnya; dishahihkan syaikh Al-Albaaniy dalam Ash-Shahiihah no. 2232].
Dari hasil didikan Bapak & Ibunda yang luar biasa, lahirlah anak yang hebat! Berdikari bukan dengan mengemis dan minta belas kasihan dari orang lain tetapi dengan bekerja keras, membanting tulang. Karena sesungguhnya, KERJA ADALAH KEHORMATAN bagi setiap manusia!
*Night Shift III, CPP LAB KPC*
Energi
Tumbuhan mengakses energi yang melimpah di alam dari sinar matahari, udara, dan tanah. Energi yang diserap oleh tumbuhan itu kemudian dikeluarkan berupa energi juga (prana).
Di alam ini penuh dengan sumber energi Prana. Energi ini akan mampu mengisi ulang potensi potensi dasar yang berkurang akibat terpakai dalam aktivitas hidup. Energi Prana akan bekerja pada Stem Cell dalam meningkatkan potensi potensi dasar dari Hormon, Enzyme dalam tubuh yang akan menghasilkan energi metabolisme dan immunitas.
Bagaimana mengakses Energi Prana yang hebat ini? Yaitu dengan selalu berada atau sering berada dalam kondisi Alpha atau kalau mungkin Thetha. Kondisi kondisi ini adalah kondisi meditatif. Yaitu kondisi Damai, kondisi Berkecukupan Hati, kondisi penuh Rasa Syukur, kondisi Tenteram, kondisi Cinta kasih.
Tatkala tanah yang di dalam telah siap untuk disemai benih kesunyian, alam pasti akan merekayasa sang waktu, untuk mempertemukan kita dalam satu jalinan rantai keindahan. Dalam satu barisan parade kembali pulang seperti cakrawala yang tersungkur di ngarai barat. satu babak kehidupan telah kita selesaikan lengkap dengan senyumnya.
Demikian alam semesta raya senantiasa akan menyelaraskan dan menyeimbangkan dirinya agar senantiasa terjaga dalam keselarasan dan keseimbangan sehingga kala keseimbangan tiada terjaga maka alam semesta akan bergerak untuk menjaga keselarasan dan keseimbangan demikian juga bagi setiap pribadi yang mulai tercerahkan maka mereka akan senantiara dalam keselarasan dan keseimbangan yang harmonis meliputi duduk gerak dan diamnya.
Bahwa energi yang berada di seluruh alam semesta merupakan rangkaian saling terkait dan berhubungan. Aktivitas setiap energi kita akan berpengaruh atau terpengaruh oleh aktifitas energi alam semesta.
Banyak fakta yang menunjukkan bahwa di dalam diri manusia dan di alam semesta, ada energi yang belum mampu di ilmiahkan, namun sudah dapat digunakan oleh manusia. Dan untuk memudahkannya, manusia kemudian menamakannya dunia metafisik, supra natural, kekuatan batin, kekuatan pikiran.
Apa yang kita ucapkan, pikirkan dan rasakan menunjukkan adanya aktivitas energi, dan akan memberikan dampak ke dalam dan ke luar diri kita. Memperbanyak berpikir positif dan mengurangi pikiran negatif, maka energi positif akan lebih banyak masuk ke dalam diri kita. Energi yang kita keluarkan akan terurai atau tersimpan di alam raya dan kemudian kembali kepada diri kita entah baik atau buruk. Kalau kita mendengki orang lain, sekalipun orang yang kita dengki tidak mengetahuinya, namun diri kita sendiri dan alam semesta mengetahuinya, sehingga energi yang ada dalam diri dan di alam semesta akan meresponnya, dan kemudian cepat atau lambat kita akan mendapat dampaknya. Mau tampil sesantun apapun, mau bicara dengan mengumbar ayat suci sebanyak apapun, cepat atau lambat getar aura yang muncul dari dalam diri akan bisa dirasakan banyak orang..
Semua yang ada adalah gerak, rasa, cipta & kehendakNya. Tak ada yang luput dariNya. Jika aku membenci sesuatu yang ada di dalam semesta ini, berarti pula aku membenci cipta & kehendakNya. Dan jika aku mencintai sesuatu yang ada di alam semesta ini, akan bertambah pula mahabbahku padaNya..
Jikalau kita telah menyadari bahwa -saya, kamu, kita, anda, kami- semuanya sesungguhnya satu kesatuan yang tiada terpecahkan dan tiada terpisahkan masihkah kita selalu mau menyakiti dan menindas satu dengan lainnya ataukah kita mulai mau menyadari semuanya itu dan mulai hidup SILIH ASIH.. SILIH ASUH.. SILIH ASAH.. Biar SILIH WANGI.. Hidup saling mengasihi dalam ikatan kasihNYA saling mengagungkan dan saling memuliakan satu diantara lainnya..
Begitulah tanpa kita sadari kita sering malah terbalik balik bukannya mengolah rasa sehingga senantiasa jernih dan bening malah sebaliknya kita yang diolah dan di bolak balik sampai jungkir balik oleh Rasa yang membuat diri kita senantiasa bertekuk lutut oleh rasa perasaan positif maupun rasa perasaan negatif dan terlarut demikian dalamnya sehingga hilang keheningan dan kejernihannya berbalik tenggelam dan karam sampai kedasar tiada dapat bangkit..
Pada kenyataannya kita adalah korban spleteran lingkungan sekitar kondisi situasi dan keadaan diluar dari diri sendiri baik yang melahirkan energi positif maupun energi negatif dan hanya sedikit yang telah melahirkan energi maha halus dan bening dari kedalaman dirinya yang meliputi semua dan memberikan rasa nyaman kepada sekitarnya
Karena itu masuklah kedalam dirimu dan masuklah kedalam baitullah yang ada dalam dirimu serta dirikanlah Shallat maka seluruh alam semesta akan berthawaf mengelilingimu karena dirimu adalah PUSAT SEMESTA..
Menuju kesadaran sejati. Tingkat keberserahan diri yang tinggi. “Laa haula walaa quwwata illaa billaah - Tiada daya dan upaya/kekuatan kecuali atas izin Alloh.”
...Semua ini akan kembali lagi kepada Sang Maha Tunggal...
Di alam ini penuh dengan sumber energi Prana. Energi ini akan mampu mengisi ulang potensi potensi dasar yang berkurang akibat terpakai dalam aktivitas hidup. Energi Prana akan bekerja pada Stem Cell dalam meningkatkan potensi potensi dasar dari Hormon, Enzyme dalam tubuh yang akan menghasilkan energi metabolisme dan immunitas.
Bagaimana mengakses Energi Prana yang hebat ini? Yaitu dengan selalu berada atau sering berada dalam kondisi Alpha atau kalau mungkin Thetha. Kondisi kondisi ini adalah kondisi meditatif. Yaitu kondisi Damai, kondisi Berkecukupan Hati, kondisi penuh Rasa Syukur, kondisi Tenteram, kondisi Cinta kasih.
Tatkala tanah yang di dalam telah siap untuk disemai benih kesunyian, alam pasti akan merekayasa sang waktu, untuk mempertemukan kita dalam satu jalinan rantai keindahan. Dalam satu barisan parade kembali pulang seperti cakrawala yang tersungkur di ngarai barat. satu babak kehidupan telah kita selesaikan lengkap dengan senyumnya.
Demikian alam semesta raya senantiasa akan menyelaraskan dan menyeimbangkan dirinya agar senantiasa terjaga dalam keselarasan dan keseimbangan sehingga kala keseimbangan tiada terjaga maka alam semesta akan bergerak untuk menjaga keselarasan dan keseimbangan demikian juga bagi setiap pribadi yang mulai tercerahkan maka mereka akan senantiara dalam keselarasan dan keseimbangan yang harmonis meliputi duduk gerak dan diamnya.
Bahwa energi yang berada di seluruh alam semesta merupakan rangkaian saling terkait dan berhubungan. Aktivitas setiap energi kita akan berpengaruh atau terpengaruh oleh aktifitas energi alam semesta.
Banyak fakta yang menunjukkan bahwa di dalam diri manusia dan di alam semesta, ada energi yang belum mampu di ilmiahkan, namun sudah dapat digunakan oleh manusia. Dan untuk memudahkannya, manusia kemudian menamakannya dunia metafisik, supra natural, kekuatan batin, kekuatan pikiran.
Apa yang kita ucapkan, pikirkan dan rasakan menunjukkan adanya aktivitas energi, dan akan memberikan dampak ke dalam dan ke luar diri kita. Memperbanyak berpikir positif dan mengurangi pikiran negatif, maka energi positif akan lebih banyak masuk ke dalam diri kita. Energi yang kita keluarkan akan terurai atau tersimpan di alam raya dan kemudian kembali kepada diri kita entah baik atau buruk. Kalau kita mendengki orang lain, sekalipun orang yang kita dengki tidak mengetahuinya, namun diri kita sendiri dan alam semesta mengetahuinya, sehingga energi yang ada dalam diri dan di alam semesta akan meresponnya, dan kemudian cepat atau lambat kita akan mendapat dampaknya. Mau tampil sesantun apapun, mau bicara dengan mengumbar ayat suci sebanyak apapun, cepat atau lambat getar aura yang muncul dari dalam diri akan bisa dirasakan banyak orang..
Semua yang ada adalah gerak, rasa, cipta & kehendakNya. Tak ada yang luput dariNya. Jika aku membenci sesuatu yang ada di dalam semesta ini, berarti pula aku membenci cipta & kehendakNya. Dan jika aku mencintai sesuatu yang ada di alam semesta ini, akan bertambah pula mahabbahku padaNya..
Jikalau kita telah menyadari bahwa -saya, kamu, kita, anda, kami- semuanya sesungguhnya satu kesatuan yang tiada terpecahkan dan tiada terpisahkan masihkah kita selalu mau menyakiti dan menindas satu dengan lainnya ataukah kita mulai mau menyadari semuanya itu dan mulai hidup SILIH ASIH.. SILIH ASUH.. SILIH ASAH.. Biar SILIH WANGI.. Hidup saling mengasihi dalam ikatan kasihNYA saling mengagungkan dan saling memuliakan satu diantara lainnya..
Begitulah tanpa kita sadari kita sering malah terbalik balik bukannya mengolah rasa sehingga senantiasa jernih dan bening malah sebaliknya kita yang diolah dan di bolak balik sampai jungkir balik oleh Rasa yang membuat diri kita senantiasa bertekuk lutut oleh rasa perasaan positif maupun rasa perasaan negatif dan terlarut demikian dalamnya sehingga hilang keheningan dan kejernihannya berbalik tenggelam dan karam sampai kedasar tiada dapat bangkit..
Pada kenyataannya kita adalah korban spleteran lingkungan sekitar kondisi situasi dan keadaan diluar dari diri sendiri baik yang melahirkan energi positif maupun energi negatif dan hanya sedikit yang telah melahirkan energi maha halus dan bening dari kedalaman dirinya yang meliputi semua dan memberikan rasa nyaman kepada sekitarnya
Karena itu masuklah kedalam dirimu dan masuklah kedalam baitullah yang ada dalam dirimu serta dirikanlah Shallat maka seluruh alam semesta akan berthawaf mengelilingimu karena dirimu adalah PUSAT SEMESTA..
Menuju kesadaran sejati. Tingkat keberserahan diri yang tinggi. “Laa haula walaa quwwata illaa billaah - Tiada daya dan upaya/kekuatan kecuali atas izin Alloh.”
...Semua ini akan kembali lagi kepada Sang Maha Tunggal...
Sabtu, 01 Februari 2014
Nasihat Spiritual Imam Ali bin Abi Thalib as.
Nasihat Tentang Hati
Yang paling menakjubkan pada diri manusia adalah hatinya, padahal ia merupakan sumber hikmah sekaligus lawan kontranya :
Jika timbul harapan, maka ia ditundukkan ketamakan, ia akan dibinasakan oleh kekikiran.
Jika ia telah dikuasai keputus-asaan, penyesalan akan membunuhnya.
Jika ditimpa kemarahan, menjadi keras kepalalah ia.
Jika sedang puas, ia alpa menjaganya.
Jika dilanda ketakutan, dia disibukkan oleh kehati-hatian.
Jika sedang dalam kelapangan (kaya), bangkitlah kesombonganya.
Jika mendapatkan harta, kekayaan menjadikannya berbuat sewenang-wenang.
Jika kefakiran menimpa, ia tenggelam dalam kesusahan.
Jika laparnya menguat, kelemahan menjadikannya tidak mampu berdiri tegak.
Dan jika terlampau kenyang, perutnya akan mengganggu kenyamanannya. Sesungguhnya setiap kekurangan akan membahayakan dan setiap hal yang melampaui batas akan merusak dan membinasakan.
Ada empat hal yang mematikan hati, yaitu: dosa yang bertumpuk-tumpuk, (mendengarkan) guyunon orang tolol, banyak bersikap kasar dengan kaum perempuan dan duduk bersama orang-orang mati.
Mereka bertanya, “Siapakah orang-orang mati itu, wahai Amirul Mu’minin?”
Imam ‘Ali, kw, menjawab, “Yaitu setiap hamba yang hidup bergelimang dalam kemewahan.”
Ketahuilah! Sesungguhnya diantara bencana ada kefakiran, yang lebih berat daripada kefakiran adalah penyakit badan dan yang lebih berat daripada penyakit badan adalah penyakit hati.
Ketahuilah! Sesungguhnya di antara kenikmatan adalah banyak harta, yang lebih utama daripada banyak harta adalah kesehatan badan dan yang yang lebih utama daripada kesehatan badan adalah ketaqwaan hati.
Tanyalah hati tentang segala perkara karena sesungguhnya ia adalah saksi yang tidak akan menerima suap.
Sebaik-baik hati adalah yang paling waspada menjaganya.
Nyalakan hatimu dengan adab, sebagaimana nyalanya api dengan kayu bakar.
Harta simpanan yang paling bemanfaat adalah cinta hati.
Sesungguhnya hati memiliki keinginan, kepedulian, dan keengganan. Maka, datangilah ia dari arah kesenangan dan kepeduliannya. Sebab jika hati itu dipaksakan, ia akan buta.
Sesungguhnya hati mengalami kejemuan, sebagaimana jemunya badan. Maka, berikanlah padanya anekdot-anekdot hikmah.
Jika engkau ragu dalam hal kecintaan seseorang, maka tanyakanlah hatimu.
Nasihat Tentang Akal
Kekayaan yang paling besar adalah akal.
Akal (kecerdasan) tampak melalui pergaulan, sedangkan kejahatan seseorang diketahui ketika dia berkuasa.
Akal adalah raja, sedangkan tabiat adalah rakyatnya. Jika akal lemah untuk mengatur tabiat itu, maka akan timbul kecacatan padanya.
Akal lebih diutamakan daripada hawa nafsu karena akal menjadikanmu sebagai pemilik zaman, sedangkan hawa nafsu memperbudakmu untuk zaman.
Makanan pokok tubuh adalah makanan, sedangkan makanan pokok akal adalah hikmah. Maka, kapan saja hilang salah satu dari keduanya makanan pokoknya, binasalah ia dan lenyap.
Duduklah bersama orang-orang bijak, baik mereka itu musuh atau akal bertemu dengan akal.
Tidak ada harta yang lebih berharga daripada akal.
Pertalian yang paling berharga adalah akal yang berpasangan dengan kemujuran.
Adab adalah gambaran dari akal.
Jika akal dibiarkan menjadi kendali, tidak tertawan oleh hawa nafsu, atau melampaui batas agama, atau fanatik terhadap nenek moyang, niscaya hal itu akan mengantarkan pelakunya pada keselamatan.
Jika engkau hendak menutup sebuah kitab, maka hendaklah engkau teliti kembali kitab itu. Karena sesungguhnya yang kau tutup adalah akalmu.
Jika Allah hendak menghilangkan nikmat dari seorang hamba-Nya, maka yang pertama kali diubah dari hamba-Nya itu adalah akalnya.
Akal adalah naluri, sedangkan yang mengasuhnya adalah berbagai pengalaman.
Akal adalah buah pikiran clan pengetahuan yang sebelumnya tidak diketahui.
Ruh adalah kehidupan badan, sedangkan akal adalah kehidupan ruh.
Akal adalah rekaman terhadap berbagai pengalaman.
Rasulmu adalah juru terjemah akalmu.
Pahamilah kabar jika kalian mendengarnya dengan akal yang penuh dengan pemahaman, bukan akal yang sekadar meriwayatkan. Sesungguhnya periwayat ilmu banyak jumlahnya, sedangkan yang memahaminya sedikit.
Orang yang berakal bersaing dengan orang-orang saleh agar dapat menyusul mereka, clan dia ingin sekali dapat berserikat dengan mereka karena kecintaannya terhadap mereka-meskipun amalnya tidak mampu menyamai mereka.
Orang berakal, jika berbicara dengan suatu kalimat, maka ikut bersamanya hikmah dan nasihat.
Orang yang paling bijak akalnya dan yang paling sempurna keutamaannya adalah yang mengisi hari-harinya dengan perdamaian, bergaul dengan saudara-saudaranya dengan rekonsiliasi, dan menerima kekurangan zaman.
Tidaklah patut bagi orang yang berakal kecuali berada dalam salah satu dari dua kondisi ini, yaitu berada dalam cita-cita yang paling (hubungan individu dengan masyarakat) tinggi untuk mencari dunia, atau berada dalam cita-cita yang paling tinggi untuk meninggalkannya.
Tidaklah layak bagi seorang yang berakal untuk menuntut ketaatan orang lain (terhadapnya), sedangkan ketaatannya terhadap dirinya sendiri ditolak.
Orang yang berakal adalah orang yang mencurigai pendapatnya sendiri dan tidak mempercayai apa yang dipandang baik oleh dirinya.
Orang yang berakal adalah yang menjadikan pengalaman-pengalaman (hidup) sebagai nasihat baginya.
Sesungguhnya perkataan orang-orang berakal, jika benar, maka ia adalah obat namun jika salah, maka ia adalah penyakit.
Permusuhan orang-orang pintar adalah permusuhan yang paling berat dan paling berbahaya karena ia hanya terjadi setelah didahului dengan hujah dan peringatan, clan setelah tidak mungkin lagi ada perdamaian di antara keduanya.
Sesungguhnya sesuatu yang tidak disukai (kesialan) memiliki batas yang pasti akan berakhir. Oleh karena itu, seorang yang berakal hendaknya bersikap tenang sampai kesialan itu hilang (berlalu dengan sendirinya). Sebab, menghindar darinya sebelum habis waktunya hanya akan menambah kesialannya.
Orang yang paling disukai oleh orang berakal adalah musuhnya juga berakal. Sebab, jika musuhnya itu berakal, maka dia akan merasa aman dari kejahatannya.
Celaan orang-orang yang berakal lebih berat daripada hukuman seorang penguasa.
Permulaan pendapat orang berakal adalah akhir pendapat orang bodoh.
Bagi orang yang berakal, hidup dalam kesusahan bersama orang-orang berakal lebih disenangi daripada hidup dalam kelapangan bersama orang-orang bodoh.
Rukun-rukun Islam
Allah mewajibkan iman untuk menyucikan diri dari kemusyrikan. (Mewajibkan) shalat untuk membersihkan diri dari kesombongan. Zakat sebagai sebab mendatangkan rezeki. Puasa sebagai ujian untuk keikhlasan seorang hamba Allah. Haji sebagai sar-ana pendekatan diri kepada agama. Jihad untuk kemuliaan Islam. Mengajak kepada kebaikan sebagai kemaslahatan untuk orang banyak (masyarakat). Melarang perbuatan mungkar untuk mencegah kejahatan orangorang bodoh. Menyambung silaturahim untuk menambah bilangan penduduk. Qishash untuk mencegah pembunuhan. Pelaksanaan hudud (hukuman) untuk memuliakan hal-hal yang dilarang. Meninggalkan minuman khamar untuk menjaga akal. Menjauhkan diri dari pencurian untuk menjaga kehormatan diri. Meninggalkan zina untuk membentengi nasab. Kesaksian untuk mengalahkan bantahan. Meninggalkan dusta untuk mensyariatkan kebenaran. Perdamaian sebagai keamanan dari ancaman. Menyampaikan amanat sebagai peraturan bagi umat. Ketaatan sebagai pengagungan atas kepemimpinan.
Sesungguhnya Allah telah mewajibkan atas kalian beberapa kewajiban (keagamaan), maka janganlah kalian menyia-nyiakannya. Dia telah menentukan kepada kalian hukum, maka janganlah kalian melanggarnya. Melarang atas kalian beberapa perkara, maka janganlah kalian memberanikan diri menceburkan diri ke dalamnya. Dan Dia telah mendiamkan bagi kalian banyak hal, bukan karena lupa, maka janganlah kalian menyusahkan diri kalian dengan membahasnya.
Shalat adalah sarana pedekatan (kepada Allah) bagi setiap orang yang bertakwa, sedangkan haji adalah jihad setiap orang yang lemah. Bagi segala sesuatu ada zakatnya, sedangkan zakat badan adalah puasa. Dan jihad kaum wanita adalah setia kepada suaminya.
Tidak ada pendekatan diri (kepada Allah) dengan melaksanakan ibadah yang sunnah jika hal itu memudaratkan ibadah yang wajib.
Sesungguhnya bagi hati ada saat-saat menerima (giat) dan ada pula saat-saat malas. Maka, ketika ia sedang menerima, bebankanlah padanya ibadah-ibadah yang sunnah. Akan tetapi, ketika ia malas, cukupkanlah padanya ibadah-ibadah yang wajib.
Nasihat Tentang Introspeksi
Barangsiapa yang mengintrospeksi dirinya, maka dia telah beruntung dan barangsiapa yang lalai akan dirinya, maka dia telah merugi. Barangsiapa yang takut (akan siksa Allah), maka. dia akan aman (dari siksa-Nya). Barangsiapa yang mau mengambil pelajaran, maka dia akan terbuka pandangannya. Barangsiapa yang telah terbuka pandangannya, maka dia akan memahami. Dan barangsiapa yang telah memahami, maka dia akan mengetahui.
Semoga Allah merahmati seorang hamba yang takut kepada Tuhannya, menasihati dirinya, menyegerakan tobatnya, dan mengalahkan hawa nafsunya. Sebab, sesungguhnya ajalnya tersembunyi darinya, angan-angannya menipunya, sedangkan syetan menyertainya (berupaya menyesatkannya).
Sebaik-baik kehidupan adalah yang tidak menguasaimu dan tidak pula mengalihkan perhatianmu (dari mengingat Allah Ta’ala).
Ingatlah kalian akan berakhirnya segala kesenangan dan yang tersisa adalah pertanggung jawaban.
Amal-amal hamba terjadi dalam dunia ini, seimbang dengan perhitungannya kelak di akhirat.
Lihatlah wajahmu setiap waktu di cermin. jika wajahmu itu bagus, anggaplah ia buruk karena engkau menambahkannya dengan perbuatan yang buruk, yang dengannya engkau telah memberi noda padanya. Dan jika (engkau dapati bahwa) wajahmu itu buruk, anggaplah ia memang buruk karena engkau telah menggabungkan dua keburukan (buruk rupa dan amal).
Didiklah dirimu dengan apa yang engkau tidak suka pada orang lain.
Ketika seseorang mencela terhadap dirinya sendiri secara terang-terangan adalah diam-diam ia memuji dirinya.
Tidaklah kemaluanmu akan berzina jika engkau memejamkan pandanganmu.
Syetan setiap orang adalah (sepadan dengan keadaan) dirinya sendiri.
Nasihat tentang Shalat
Perbedaan antara seorang Mukmin dan kafir adalah shalat. Barang-siapa yang meninggalkannya, lalu dia mengaku sebagai Mukmin, maka perbuatannya itu telah mendustakannya, dan dirinya pun menjadi saksi akan hal itu.
Lakukanlah shalat subuh ketika hari masih gelap, niscaya (kelak) engkau akan bertemu dengan Allah Ta’ala dengan wajah yang putih.
Jagalah urusan shalat, peliharah ia, perbanyaklah mengerjakannya, dan dekatkanlah dirimu (kepada Allah) dengan shalat itu. Sebab, sesungguhnya shalat adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang yang beriman (QS 4:103). Apakah kalian tidak mendengarkan jawaban para penghuni neraka ketika mereka ditanya, "Apakah yang memasukkan kamu kedalam Saqar(neraka)?" Merekan menjawab, "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat " (QS 74:42-43).
Aku pernah bertanya kepada Rasulullah saw. ketika beliau mengutusku ke Yaman, "Bagaimana aku harus mengimani mereka shalat (berjamaah)?" Maka, beliau menjawab, "Imamilah mereka shalat (berjamaah) seperti shalatnya orang yang paling lemah di antara mereka, dan jadilah orang yang amat penyayang terhadap orang-orang yang beriman."
Barangsiapa yang tidak mengambil persiapan shalat sebelum tiba waktunya, maka dia tidak menghormati shalat.
Yang paling menakjubkan pada diri manusia adalah hatinya, padahal ia merupakan sumber hikmah sekaligus lawan kontranya :
Jika timbul harapan, maka ia ditundukkan ketamakan, ia akan dibinasakan oleh kekikiran.
Jika ia telah dikuasai keputus-asaan, penyesalan akan membunuhnya.
Jika ditimpa kemarahan, menjadi keras kepalalah ia.
Jika sedang puas, ia alpa menjaganya.
Jika dilanda ketakutan, dia disibukkan oleh kehati-hatian.
Jika sedang dalam kelapangan (kaya), bangkitlah kesombonganya.
Jika mendapatkan harta, kekayaan menjadikannya berbuat sewenang-wenang.
Jika kefakiran menimpa, ia tenggelam dalam kesusahan.
Jika laparnya menguat, kelemahan menjadikannya tidak mampu berdiri tegak.
Dan jika terlampau kenyang, perutnya akan mengganggu kenyamanannya. Sesungguhnya setiap kekurangan akan membahayakan dan setiap hal yang melampaui batas akan merusak dan membinasakan.
Ada empat hal yang mematikan hati, yaitu: dosa yang bertumpuk-tumpuk, (mendengarkan) guyunon orang tolol, banyak bersikap kasar dengan kaum perempuan dan duduk bersama orang-orang mati.
Mereka bertanya, “Siapakah orang-orang mati itu, wahai Amirul Mu’minin?”
Imam ‘Ali, kw, menjawab, “Yaitu setiap hamba yang hidup bergelimang dalam kemewahan.”
Ketahuilah! Sesungguhnya diantara bencana ada kefakiran, yang lebih berat daripada kefakiran adalah penyakit badan dan yang lebih berat daripada penyakit badan adalah penyakit hati.
Ketahuilah! Sesungguhnya di antara kenikmatan adalah banyak harta, yang lebih utama daripada banyak harta adalah kesehatan badan dan yang yang lebih utama daripada kesehatan badan adalah ketaqwaan hati.
Tanyalah hati tentang segala perkara karena sesungguhnya ia adalah saksi yang tidak akan menerima suap.
Sebaik-baik hati adalah yang paling waspada menjaganya.
Nyalakan hatimu dengan adab, sebagaimana nyalanya api dengan kayu bakar.
Harta simpanan yang paling bemanfaat adalah cinta hati.
Sesungguhnya hati memiliki keinginan, kepedulian, dan keengganan. Maka, datangilah ia dari arah kesenangan dan kepeduliannya. Sebab jika hati itu dipaksakan, ia akan buta.
Sesungguhnya hati mengalami kejemuan, sebagaimana jemunya badan. Maka, berikanlah padanya anekdot-anekdot hikmah.
Jika engkau ragu dalam hal kecintaan seseorang, maka tanyakanlah hatimu.
Nasihat Tentang Akal
Kekayaan yang paling besar adalah akal.
Akal (kecerdasan) tampak melalui pergaulan, sedangkan kejahatan seseorang diketahui ketika dia berkuasa.
Akal adalah raja, sedangkan tabiat adalah rakyatnya. Jika akal lemah untuk mengatur tabiat itu, maka akan timbul kecacatan padanya.
Akal lebih diutamakan daripada hawa nafsu karena akal menjadikanmu sebagai pemilik zaman, sedangkan hawa nafsu memperbudakmu untuk zaman.
Makanan pokok tubuh adalah makanan, sedangkan makanan pokok akal adalah hikmah. Maka, kapan saja hilang salah satu dari keduanya makanan pokoknya, binasalah ia dan lenyap.
Duduklah bersama orang-orang bijak, baik mereka itu musuh atau akal bertemu dengan akal.
Tidak ada harta yang lebih berharga daripada akal.
Pertalian yang paling berharga adalah akal yang berpasangan dengan kemujuran.
Adab adalah gambaran dari akal.
Jika akal dibiarkan menjadi kendali, tidak tertawan oleh hawa nafsu, atau melampaui batas agama, atau fanatik terhadap nenek moyang, niscaya hal itu akan mengantarkan pelakunya pada keselamatan.
Jika engkau hendak menutup sebuah kitab, maka hendaklah engkau teliti kembali kitab itu. Karena sesungguhnya yang kau tutup adalah akalmu.
Jika Allah hendak menghilangkan nikmat dari seorang hamba-Nya, maka yang pertama kali diubah dari hamba-Nya itu adalah akalnya.
Akal adalah naluri, sedangkan yang mengasuhnya adalah berbagai pengalaman.
Akal adalah buah pikiran clan pengetahuan yang sebelumnya tidak diketahui.
Ruh adalah kehidupan badan, sedangkan akal adalah kehidupan ruh.
Akal adalah rekaman terhadap berbagai pengalaman.
Rasulmu adalah juru terjemah akalmu.
Pahamilah kabar jika kalian mendengarnya dengan akal yang penuh dengan pemahaman, bukan akal yang sekadar meriwayatkan. Sesungguhnya periwayat ilmu banyak jumlahnya, sedangkan yang memahaminya sedikit.
Orang yang berakal bersaing dengan orang-orang saleh agar dapat menyusul mereka, clan dia ingin sekali dapat berserikat dengan mereka karena kecintaannya terhadap mereka-meskipun amalnya tidak mampu menyamai mereka.
Orang berakal, jika berbicara dengan suatu kalimat, maka ikut bersamanya hikmah dan nasihat.
Orang yang paling bijak akalnya dan yang paling sempurna keutamaannya adalah yang mengisi hari-harinya dengan perdamaian, bergaul dengan saudara-saudaranya dengan rekonsiliasi, dan menerima kekurangan zaman.
Tidaklah patut bagi orang yang berakal kecuali berada dalam salah satu dari dua kondisi ini, yaitu berada dalam cita-cita yang paling (hubungan individu dengan masyarakat) tinggi untuk mencari dunia, atau berada dalam cita-cita yang paling tinggi untuk meninggalkannya.
Tidaklah layak bagi seorang yang berakal untuk menuntut ketaatan orang lain (terhadapnya), sedangkan ketaatannya terhadap dirinya sendiri ditolak.
Orang yang berakal adalah orang yang mencurigai pendapatnya sendiri dan tidak mempercayai apa yang dipandang baik oleh dirinya.
Orang yang berakal adalah yang menjadikan pengalaman-pengalaman (hidup) sebagai nasihat baginya.
Sesungguhnya perkataan orang-orang berakal, jika benar, maka ia adalah obat namun jika salah, maka ia adalah penyakit.
Permusuhan orang-orang pintar adalah permusuhan yang paling berat dan paling berbahaya karena ia hanya terjadi setelah didahului dengan hujah dan peringatan, clan setelah tidak mungkin lagi ada perdamaian di antara keduanya.
Sesungguhnya sesuatu yang tidak disukai (kesialan) memiliki batas yang pasti akan berakhir. Oleh karena itu, seorang yang berakal hendaknya bersikap tenang sampai kesialan itu hilang (berlalu dengan sendirinya). Sebab, menghindar darinya sebelum habis waktunya hanya akan menambah kesialannya.
Orang yang paling disukai oleh orang berakal adalah musuhnya juga berakal. Sebab, jika musuhnya itu berakal, maka dia akan merasa aman dari kejahatannya.
Celaan orang-orang yang berakal lebih berat daripada hukuman seorang penguasa.
Permulaan pendapat orang berakal adalah akhir pendapat orang bodoh.
Bagi orang yang berakal, hidup dalam kesusahan bersama orang-orang berakal lebih disenangi daripada hidup dalam kelapangan bersama orang-orang bodoh.
Rukun-rukun Islam
Allah mewajibkan iman untuk menyucikan diri dari kemusyrikan. (Mewajibkan) shalat untuk membersihkan diri dari kesombongan. Zakat sebagai sebab mendatangkan rezeki. Puasa sebagai ujian untuk keikhlasan seorang hamba Allah. Haji sebagai sar-ana pendekatan diri kepada agama. Jihad untuk kemuliaan Islam. Mengajak kepada kebaikan sebagai kemaslahatan untuk orang banyak (masyarakat). Melarang perbuatan mungkar untuk mencegah kejahatan orangorang bodoh. Menyambung silaturahim untuk menambah bilangan penduduk. Qishash untuk mencegah pembunuhan. Pelaksanaan hudud (hukuman) untuk memuliakan hal-hal yang dilarang. Meninggalkan minuman khamar untuk menjaga akal. Menjauhkan diri dari pencurian untuk menjaga kehormatan diri. Meninggalkan zina untuk membentengi nasab. Kesaksian untuk mengalahkan bantahan. Meninggalkan dusta untuk mensyariatkan kebenaran. Perdamaian sebagai keamanan dari ancaman. Menyampaikan amanat sebagai peraturan bagi umat. Ketaatan sebagai pengagungan atas kepemimpinan.
Sesungguhnya Allah telah mewajibkan atas kalian beberapa kewajiban (keagamaan), maka janganlah kalian menyia-nyiakannya. Dia telah menentukan kepada kalian hukum, maka janganlah kalian melanggarnya. Melarang atas kalian beberapa perkara, maka janganlah kalian memberanikan diri menceburkan diri ke dalamnya. Dan Dia telah mendiamkan bagi kalian banyak hal, bukan karena lupa, maka janganlah kalian menyusahkan diri kalian dengan membahasnya.
Shalat adalah sarana pedekatan (kepada Allah) bagi setiap orang yang bertakwa, sedangkan haji adalah jihad setiap orang yang lemah. Bagi segala sesuatu ada zakatnya, sedangkan zakat badan adalah puasa. Dan jihad kaum wanita adalah setia kepada suaminya.
Tidak ada pendekatan diri (kepada Allah) dengan melaksanakan ibadah yang sunnah jika hal itu memudaratkan ibadah yang wajib.
Sesungguhnya bagi hati ada saat-saat menerima (giat) dan ada pula saat-saat malas. Maka, ketika ia sedang menerima, bebankanlah padanya ibadah-ibadah yang sunnah. Akan tetapi, ketika ia malas, cukupkanlah padanya ibadah-ibadah yang wajib.
Nasihat Tentang Introspeksi
Barangsiapa yang mengintrospeksi dirinya, maka dia telah beruntung dan barangsiapa yang lalai akan dirinya, maka dia telah merugi. Barangsiapa yang takut (akan siksa Allah), maka. dia akan aman (dari siksa-Nya). Barangsiapa yang mau mengambil pelajaran, maka dia akan terbuka pandangannya. Barangsiapa yang telah terbuka pandangannya, maka dia akan memahami. Dan barangsiapa yang telah memahami, maka dia akan mengetahui.
Semoga Allah merahmati seorang hamba yang takut kepada Tuhannya, menasihati dirinya, menyegerakan tobatnya, dan mengalahkan hawa nafsunya. Sebab, sesungguhnya ajalnya tersembunyi darinya, angan-angannya menipunya, sedangkan syetan menyertainya (berupaya menyesatkannya).
Sebaik-baik kehidupan adalah yang tidak menguasaimu dan tidak pula mengalihkan perhatianmu (dari mengingat Allah Ta’ala).
Ingatlah kalian akan berakhirnya segala kesenangan dan yang tersisa adalah pertanggung jawaban.
Amal-amal hamba terjadi dalam dunia ini, seimbang dengan perhitungannya kelak di akhirat.
Lihatlah wajahmu setiap waktu di cermin. jika wajahmu itu bagus, anggaplah ia buruk karena engkau menambahkannya dengan perbuatan yang buruk, yang dengannya engkau telah memberi noda padanya. Dan jika (engkau dapati bahwa) wajahmu itu buruk, anggaplah ia memang buruk karena engkau telah menggabungkan dua keburukan (buruk rupa dan amal).
Didiklah dirimu dengan apa yang engkau tidak suka pada orang lain.
Ketika seseorang mencela terhadap dirinya sendiri secara terang-terangan adalah diam-diam ia memuji dirinya.
Tidaklah kemaluanmu akan berzina jika engkau memejamkan pandanganmu.
Syetan setiap orang adalah (sepadan dengan keadaan) dirinya sendiri.
Nasihat tentang Shalat
Perbedaan antara seorang Mukmin dan kafir adalah shalat. Barang-siapa yang meninggalkannya, lalu dia mengaku sebagai Mukmin, maka perbuatannya itu telah mendustakannya, dan dirinya pun menjadi saksi akan hal itu.
Lakukanlah shalat subuh ketika hari masih gelap, niscaya (kelak) engkau akan bertemu dengan Allah Ta’ala dengan wajah yang putih.
Jagalah urusan shalat, peliharah ia, perbanyaklah mengerjakannya, dan dekatkanlah dirimu (kepada Allah) dengan shalat itu. Sebab, sesungguhnya shalat adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang yang beriman (QS 4:103). Apakah kalian tidak mendengarkan jawaban para penghuni neraka ketika mereka ditanya, "Apakah yang memasukkan kamu kedalam Saqar(neraka)?" Merekan menjawab, "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat " (QS 74:42-43).
Aku pernah bertanya kepada Rasulullah saw. ketika beliau mengutusku ke Yaman, "Bagaimana aku harus mengimani mereka shalat (berjamaah)?" Maka, beliau menjawab, "Imamilah mereka shalat (berjamaah) seperti shalatnya orang yang paling lemah di antara mereka, dan jadilah orang yang amat penyayang terhadap orang-orang yang beriman."
Barangsiapa yang tidak mengambil persiapan shalat sebelum tiba waktunya, maka dia tidak menghormati shalat.
Mutiara Hikmah dari Kalam Sayyidina Ali Karramallahu Wajhah
*. Permulaan kebaikan dipandang ringan, tetapi akhirnya dipandang berat. Hampir-hampir saja pada permulaannya dianggap sekadar menuruti khayalan, bukan pikiran; tetapi pada akhirnya dianggap sebagai buah pikiran, bukan khayalan. Oleh karena itu, dikatakan bahwa memelihara pekerjaan lebih berat dari pada memulainya.
*. Memulai pekerjaan adalah sunnah, sedangkan memeliharanya adalah wajib.
*. Jika engkau ingin mengetahui watak seseorang, maka ajaklah dia bertukar pikiran dengan mu. Sebab, dengan bertukar pikiran itu, engkau akan mengetahui kadar keadilan dan ketidakadilannya, kebaikan dan keburukannya.
*. Duduklah bersama orang-orang bijak, baik mereka itu musuh atau kawan. Sebab, akal bertemu dengan akal.
*. Berbicaralah, niscaya kalian akan dikenal karena sesungguhnya seseorang tersembunyi dibawah lidahnya.
*. Jauhilah olehmu posisi mengemukakan alasan. Sebab, ada kalanya alasan justru menetapkan kesalahan terhadap orang yang berdalih itu, meskipun dia bersih dari dosa itu.
*. Barangsiapa yang telah kehilangan keutamaan kejujuran dalam pembicaraannya, maka dia telah kehilangan akhlaknya yang termulia.
*. Buruk sangka melayukan hati, mencurigai orang yang terpercaya, menjadikan asing kawan yang ramah, dan merusak kecintaan saudara.
*. Tanyailah hati tentang segala perkara karena sesungguhnya ia adalah saksi yang tidak akan menerima suap.
*. Sesungguhnya hati memiliki keinginan, kepedulian, dan keengganan. Maka, datangilah ia dari arah kesenangan dan kepeduliaannya. Sebab, jika hati itu dipaksakan, ia akan buta.
*. Kebajikan adalah apa yang dirimu merasa tenang padanya dan hatimu merasa tentram karenanya. Sedangkan dosa adalah yang jiwamu merasa resah karenanya dan hatimu menjadi bimbang.
*. Jika perkataan keluar dari hati, maka ia akan berpengaruh terhadap hati, dan jika ia keluar dari lidah, maka ia tidak akan mencapai telinga.
*. Janganlah engkau merendahkan seseorang karena kejelekan rupanya dan pakaiannya yang usang, karena sesungguhnya Alloh ta’ala hanya memandang apa yang ada dalam hati dan membalas segala perbuatan.
*. Janganlah engkau tergesa-gesa mencela seseorang karena dosanya. Sebab barangkali dosanya telah diampuni. Dan janganlah engkau merasa aman akan dirimu karena suatu dosa kecil. Sebab, barangkali engkau akan diazab karena dosa kecilmu itu.
*. Sebaik-baik kehidupan adalah yang tidak menguasaimu dan tidak pula mengalihkan perhatiaanmu (dari mengingat Alloh SWT).
*. Tiga hal yang menyelamatkan, yaitu; takut kepada Alloh, baik secara diam-diam maupun terang-terangan; hidup sederhana, baik di waktu miskin maupun kaya; dan berlaku adil, baik di waktu marah maupun ridha.
*. Perbuatan buruk yang menjadikanmu bersedih karenanya lebih baik di sisi Alloh dari pada perbutan baik yang membuatmu bangga Siapa yang memandang dirinya buruk maka dia adalah orang yang baik. Dan siapa yang memandang dirinya baik, dia adalah orang yang buruk.
*. Tidak ada kenikmatan di dunia ini yang lebih besar dari pada panjang umur dan badan yang sehat.
*. Ada kalanya perang terjadi karena satu kalimat, dan ada kalanya pula cinta tertanam karena pandangan sekilas.
*. Tiga macam orang yang tidak diketahui kecuali dalam tiga situasi; (pertama) tidak diketahui orang pemberani kecuali dalam situasi perang. (kedua) tidak diketahui orang yang penyabar kecuali ketika sedang marah. (ketiga) tidak diketahui sebagai teman kecuali ketika (temannya) sedang butuh. Barang siapa yang dalam urusannya berada pada posisi tidak memikirkan akibatnya, maka dia telah menghadapkan dirinya pada musibah yang besar.
*. Diantara taufik adalah berhenti ketika ragu.
*. Diantara amal kebajikan yang paling utama adalah; berderma di saat susah, bertindak benar ketika sedang marah, dan memberi maaf ketika mampu untuk menghukum.
*. Janganlah engkau merasa senang dengan banyaknya teman, selama mereka bukan orang yang baik-baik. Sebab, kedudukan teman seperti api, sedikitnya adalah kenikmatan, sedangkan banyaknya adalah kebinasaan.
*. Sebaik-baik teman, jika engkau tidak membutuhkannya, dia akan bertambah dalam kecintaannya kepadamu, dan jika engkau membutuhkannya, dia tidak akan berkurang sedikitpun kecintaannya kepadamu.
*. Kecemburuan seorang wanita adalah kekufuran, sedangkan kecemburuan seorang laki-laki adalah keimanan.
*. Sesungguhnya wanita (sanggup) menyembunyikan cinta selama empat puluh tahun, namun tidak (sanggup) menyembunyikan kebenciaan walau hanya sesaat.
Disadur dari:
1.“Tanyalah Aku Sebelum Kau Kehilangan Aku: Kata-Kata Mutiara ‘Alibin Abi Thalib” .
2.Nahjul balaghah, min kalaami sayyidina ‘ali kw.
*. Memulai pekerjaan adalah sunnah, sedangkan memeliharanya adalah wajib.
*. Jika engkau ingin mengetahui watak seseorang, maka ajaklah dia bertukar pikiran dengan mu. Sebab, dengan bertukar pikiran itu, engkau akan mengetahui kadar keadilan dan ketidakadilannya, kebaikan dan keburukannya.
*. Duduklah bersama orang-orang bijak, baik mereka itu musuh atau kawan. Sebab, akal bertemu dengan akal.
*. Berbicaralah, niscaya kalian akan dikenal karena sesungguhnya seseorang tersembunyi dibawah lidahnya.
*. Jauhilah olehmu posisi mengemukakan alasan. Sebab, ada kalanya alasan justru menetapkan kesalahan terhadap orang yang berdalih itu, meskipun dia bersih dari dosa itu.
*. Barangsiapa yang telah kehilangan keutamaan kejujuran dalam pembicaraannya, maka dia telah kehilangan akhlaknya yang termulia.
*. Buruk sangka melayukan hati, mencurigai orang yang terpercaya, menjadikan asing kawan yang ramah, dan merusak kecintaan saudara.
*. Tanyailah hati tentang segala perkara karena sesungguhnya ia adalah saksi yang tidak akan menerima suap.
*. Sesungguhnya hati memiliki keinginan, kepedulian, dan keengganan. Maka, datangilah ia dari arah kesenangan dan kepeduliaannya. Sebab, jika hati itu dipaksakan, ia akan buta.
*. Kebajikan adalah apa yang dirimu merasa tenang padanya dan hatimu merasa tentram karenanya. Sedangkan dosa adalah yang jiwamu merasa resah karenanya dan hatimu menjadi bimbang.
*. Jika perkataan keluar dari hati, maka ia akan berpengaruh terhadap hati, dan jika ia keluar dari lidah, maka ia tidak akan mencapai telinga.
*. Janganlah engkau merendahkan seseorang karena kejelekan rupanya dan pakaiannya yang usang, karena sesungguhnya Alloh ta’ala hanya memandang apa yang ada dalam hati dan membalas segala perbuatan.
*. Janganlah engkau tergesa-gesa mencela seseorang karena dosanya. Sebab barangkali dosanya telah diampuni. Dan janganlah engkau merasa aman akan dirimu karena suatu dosa kecil. Sebab, barangkali engkau akan diazab karena dosa kecilmu itu.
*. Sebaik-baik kehidupan adalah yang tidak menguasaimu dan tidak pula mengalihkan perhatiaanmu (dari mengingat Alloh SWT).
*. Tiga hal yang menyelamatkan, yaitu; takut kepada Alloh, baik secara diam-diam maupun terang-terangan; hidup sederhana, baik di waktu miskin maupun kaya; dan berlaku adil, baik di waktu marah maupun ridha.
*. Perbuatan buruk yang menjadikanmu bersedih karenanya lebih baik di sisi Alloh dari pada perbutan baik yang membuatmu bangga Siapa yang memandang dirinya buruk maka dia adalah orang yang baik. Dan siapa yang memandang dirinya baik, dia adalah orang yang buruk.
*. Tidak ada kenikmatan di dunia ini yang lebih besar dari pada panjang umur dan badan yang sehat.
*. Ada kalanya perang terjadi karena satu kalimat, dan ada kalanya pula cinta tertanam karena pandangan sekilas.
*. Tiga macam orang yang tidak diketahui kecuali dalam tiga situasi; (pertama) tidak diketahui orang pemberani kecuali dalam situasi perang. (kedua) tidak diketahui orang yang penyabar kecuali ketika sedang marah. (ketiga) tidak diketahui sebagai teman kecuali ketika (temannya) sedang butuh. Barang siapa yang dalam urusannya berada pada posisi tidak memikirkan akibatnya, maka dia telah menghadapkan dirinya pada musibah yang besar.
*. Diantara taufik adalah berhenti ketika ragu.
*. Diantara amal kebajikan yang paling utama adalah; berderma di saat susah, bertindak benar ketika sedang marah, dan memberi maaf ketika mampu untuk menghukum.
*. Janganlah engkau merasa senang dengan banyaknya teman, selama mereka bukan orang yang baik-baik. Sebab, kedudukan teman seperti api, sedikitnya adalah kenikmatan, sedangkan banyaknya adalah kebinasaan.
*. Sebaik-baik teman, jika engkau tidak membutuhkannya, dia akan bertambah dalam kecintaannya kepadamu, dan jika engkau membutuhkannya, dia tidak akan berkurang sedikitpun kecintaannya kepadamu.
*. Kecemburuan seorang wanita adalah kekufuran, sedangkan kecemburuan seorang laki-laki adalah keimanan.
*. Sesungguhnya wanita (sanggup) menyembunyikan cinta selama empat puluh tahun, namun tidak (sanggup) menyembunyikan kebenciaan walau hanya sesaat.
Disadur dari:
1.“Tanyalah Aku Sebelum Kau Kehilangan Aku: Kata-Kata Mutiara ‘Alibin Abi Thalib” .
2.Nahjul balaghah, min kalaami sayyidina ‘ali kw.
Langganan:
Postingan (Atom)
